Halaman ini khusus untuk menampung berbagai pendapat, masukan dan saran terkait status Indonesia yang bebas penyakit mulut dan kuku (PMK).
Sebelum tahun 2003, Indonesia selalu dengan bangga menyatakan bahwa kita bebas sebagian besar penyakit hewan penting, dan termasuk didalamnya tentu saja adalah AI dan PMK. tapi ini kemudian hal ini berubah ketika wabah pertama AI timbul pada akhir tahun 2003 dan kemudian di nyatakan resmi oleh pemerintah sebagai AI pada awal 2004.
Ada beberapa permasalahan penting terkait “lambatnya” pernyataan resmi ini, mulai dari lemahnya kita sebagai dokter hewan dalam melakukan “diagnosa”, lemahnya kemampuan laboratorium kesehatan hewan untuk “memastikan diagnosa” dan belum kuatnya sistem kesehatan hewan terutama terkait dengan kesiagaan darurat dalam menghadapi timbulnya wabah penyakit (contigency plan).
Setelah kita “baru” saja belajar dari pelajaran pahit wabah AI, dan juga sebelumnya pernah di beri pelajaran wabah hog Cholera, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah siapkah Indonesia menghadapi timbulnya wabah lain? sebut saja PMK-penyakit mulut dan kuku yang selalu menjadi ancaman terbesar bagi populasi ruminansia dan babi kita.
Melihat kondisi sebaran dan kasus PMK di dunia umumnya dan Asia Tenggara khususnya, tentu saja kita selalu harus waspada terhadap kemungkinan masuknya penyakit ini.
Masih ingatkah kita sebagai dokter hewan (terutama yang lulus setelah Indonesia bebas PMK) bagaimana gambaran PMK? siapkah Indonesia kalau wabah PMK terjadi? siapkah laboratorium kesehatan hewan Indonesia menghadapi wabah PMK?
Sebagai langkah awal, mari kita dokter hewan dan para pelaku di bidang peretnakan menyegarkan kembali tentang apa itu PMK, bagaimana gambaran klinis PMK dan apa yang harus dilakukan apabila terjadi PMK.
Gambaran dan informasi tentang PMK dapat dilihat di situs “Indonesia bebas PMK” (http://fmdfreeindonesia.multiply.com/) dan sebagian kecil gambaran klinis inipun dapat dilihat di blog ini.
“If we fail to plan, we plan to fail”
Pebi Purwo Suseno












Kamis,19 Juli, 2007 at 10:53 am
This is a really cool site, man.
Perkenalkan sebelumnya , nama saya drh. Indro dari BBALITVET Bogor. Saya bekerja di lab virologi dan saat ini sedang mendalami masalah PMK.
Saya sangat tertarik dengan konsep dan pemikiran saudara pebipurwosuseno. Jika tidak berkeberatan mungkin kita bisa saling bertukar informasi dan pengalaman mengenai wabah dan ancaman PMK bagi Indonesia.
Insya Allah pada bulan Agustus kami akan mengadakan surveillance controlling PMK di daerah Riau yang berbatasan dengan negara Malaysia kepulauan, yang saat ini sedang terkena wabah PMK tipe O dan Asia 1. Saya sangat mengharapkan masukan dari anda bagi kemajuan penelitian ini.
Terima kasih dan Waspada ancaman PMK.
Kamis,19 Juli, 2007 at 5:15 pm
Salam kenal juga Drh. Indro, Sangat senang kalau BBALITVET mulai ikut turun tangan dalam program surveillance PMK. Dit Keswan bekerjasama dengan ACIAR, AB CRC dan Murdoch University berencana akan mengadakan workshop tentang surveillance PMK di Jakarta akhir bulan Agustus. Saya sangat berharap bahwa BBALITVET pun bisa ikut ambil bagian workshop ini.
Info khusus tentang PMK dapat di lihat di http://fmdfreeindonesia.multiply.com/