Pada halaman ini dapat diakses berbagai pendapat ahli tentang kesehatan hewan atau hal lain yang menarik untuk dibaca.

Daftar pendapat ahli yang dapat diakses adalah:

  1. Empowering communities for disease control. Seminar on transboundary pests and diseases and other disasters, FAO HQ, Rome, 2 April 2007. [penulis: Drh. Tri Satya Putri NH, MPhil., PhD]
  2. Global surveillance for emerging infectious disease: where to from here? Panel discussion on the future of global surveillance for emerging infectious diseases. The 11th International Symposium on Veterinary Epidemiology and Economics (ISVEE), Cairns, Queensland, Australia, 6-11 August 2006. [penulis: Drh. Tri Satya Putri NH, MPhil., PhD]
  3. Peranan Studi Genetik dalam Kegiatan Konservasi [penulis: Drh. Chandramaya Siska Damayanti, MSi]
  4. Rintis konsep “one health” untuk melawan penyakit zoonosis [penulis: Drh. Tri Satya Putri NH, MPhil., PhD]-artikel di koran kompas, April 2008
  5. ………..

Pages: 1 2 3 4 5


  1. moudy cynthia

    in my understanding, conservation effort is not just how the animal population still exist, but regarding to the food accessibility and the animal’s habitat. Now, the forest in Indonesia is having so much exploitation and exploration. when we talking about the animal population, we have to consider about their home also (forest).
    animal domestication should not be doing anymore, we need to let the animal free in their home because it not just about animal but it for our interest as well.

    I’m a 100% agree with you Cynthia. I guess the author also has mention that in her argument before she focus on a detail description on her genetic study.

  2. Chandramaya SD

    Yap, setuju banget!

    Dari hasil baca sana baca sini, dengar sana dan dengar sini (maklum masih belajar ^_^)…Usaha konservasi memang seperti mata rantai yang tidak terputus, melibatkan banyak faktor pendukung yang saling berkaitan satu dengan lainnya…Hasil dari studi genetik pun (berhubung topiknya tentang studi genetik hehe) tetap harus dikombinasikan dengan hasil studi-studi lainnya, seperti ekologi, biologi reproduksi, animal behaviour, etc., untuk kemudian digunakan dalam merancang program konservasi suatu spesies. Studi genetik hanya sebagian kecil faktor yang mendukung usaha konservasi tetapi memiliki pengaruh yang signifikan bagi keberadaan spesies tersebut dalam jangka panjang karena berkaitan dengan faktor/sifat yang akan terus diturunkan pada generasi selanjutnya. Tentu usaha konservasi juga harus didukung oleh manusia itu sendiri (baca pemerintah dan masyarakat), melalui peraturan2 dan juga usaha-usaha yang dapat melindungi alam dan segala isinya dari kerusakan besar-besaran.

    Sekian mungkin tambahan dari saya, and thanks for the comment, it’s helping me to understand wildlife conservation better.

    Cheers
    CSD
    (dokter hewan peminat wildlife genetics)

    bagus-bagus….(kata pak Tino Sidin)…;)

  3. iwan utama

    dr chandra, ini ide yang baik, cuma kita juga harus sudah memiliki data yang terkait dengan hal ini. indonesia memiliki berbagai jenis satwa asli indonesia seperti sapi bali (karena saya berada di bali), jalak bail, kera bali, dan lain-lain. mengenai kera bali, kita sudah memulai sedikit dengan kajian tingkah laku (behaviour). kita juga memang akan mengarah ke sana. memulia dengan kajian mengenai penanda genetik adalah langkah selanjutnya yang akan kita lakukan disini
    salam
    iwan utama
    fkh unud

  4. Chandramaya SD

    Dear Dr. Iwan,

    Terimakasih banyak atas komentarnya.
    Selamat buat teman-teman di fkh unud yang sudah memulai studi pada satwa asli daerahnya. Mudah-mudahan studi pada satwa-satwa lain segera menyusul.

    Salam buat temen-teman di unud, esp. ibu IGAA Suartini…^_^

    salam,
    CSD

  5. iwan utama

    ok dr chandra, saya sampaikan salam anda untuk agung suartini. ybs adalah junior saya di lab biokimia fkh unud

    iwan utama

  6. salam buat rekan2 drh yang ada di deptan.

    ok, kalau nanti ketemu mereka yah…

  7. saya adalah mahasiswa semester 1 di D3 Kesehatan Hewan UGM.(FKH UGM).

    Saya amati kenapa ya.. PDHI tidak begitu Popular di dunia Peternakan dan pertanian??

    sedangkan kalau saya liat dari pendapat para ahli dan anda sendiri (drh Pebi) saya rasa kita mampu untuk menciptakan masyarakat yag sehat melalui KesMaVet.

    apakah sebenarnya yg terjadi Dok??popularitas Dokter hewan tidak bergauang di sebabkan apa ya..apakah karena negara kita yg tidak memiliki potensial di bidang agro atau kah SDM2 Veteriner sendiri yg belum mampu bersaing??

    mohon blsnya

  8. pendapat anda sangat bagus………….

    Tengkiu :)




Leave a Comment