Berikut adalah berbagai informasi tentang penyakit sapi gila yang saya anggap penting untuk diketahui dan akan disampaikan secara acak (dan akan diperbaiki ketika waktunya memungkinkan):

1. Apa itu penyakit sapi gila?

Penyakit sapi gila atau di dunia kesehatan hewan dikenal dengan bovine spongiform encephalopathy (BSE) merupakan penyakit neurogeneratif yang bersifat fatal pada sapi.

2. Apa penyebab BSE?

Sampai saat ini para ahli umumnya sepakat bahwa BSE disebabkan oleh suatu bentuk protein yang bersifat infeksius yaitu Prion.

3. Apa bedanya BSE dengan TSE?

TSE atau transmissible spongiform encepahlopathy adalah nama kelompok penyakit yang disebabkan oleh prion, jadi BSE merupakan salah satu TSE. Contoh lain dari TSE adalah Chronic Wasting Disease (CWD) pada jenis rusa, elk; scrapie pada domba/kambing; Feline spongiform encepahlopathy (FSE) pada jenis kucing dsb.

4. Apakah orang bisa terserang BSE?

BSE merupakan penyakit yang bersifat zoonosis, yaitu penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Pada manusia BSE bisa mengakibatkan new variant Creutzfeldt Jacob Disease (vCJD).

5. Bagaimana manusia bisa terkena BSE?

Manusia bisa terkena BSE apabila dia mengkonsumsi produk hewan tertentu yang berasal dari hewan yang terserang BSE.

6. Apakah susu bisa menularkan BSE?

Penelitian menunjukan bahwa BSE tidak dapat ditularkan melalui susu sapi, walaupun susu tersebut berasal dari sapi yang tertular BSE

7. Apakah BSE ada di Indonesia?

Sampai saat ini BSE belum pernah dilaporkan ada di Indonesia. Pemerintah Indonesia pada tahun 2002 melalui Surat Keputusan Meteri Pertanian menyatakan bahwa Indonesia bebas BSE.

8. Kapan BSE ditemukan dan dimana?

BSE pertama kali ditemukan di Inggris pada tahun 1986.

9. Negara manakah yang tertular BSE?

Austria, Belgia, Kanada, Rep. Czech, Denmark, Finlandia, France, Jerman, Yunani, Irlandia, Israel, Italia, Jepang, Liectenstein, Luxembourg, Belanda, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Inggris, Amerika.

a Monde BSE

10. Bagaimana pembagian status BSE berdasarkan Orgaisasi kesehatan Hewan Dunia?

Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) membagi status BSE suatu negara menjadi tiga yaitu: Negligible BSE Risk, Controlled BSE Risk dan Undetermined BSE Risk.

11. Termasuk kategori manakah Indonesia?

Penentuan status oleh OIE didasarkan atas pengajuan negara bersangkutan ke OIE. Pada saat ini Indonesia belum mengajukan permohonan penilaian status. Indonesia masih berpatokan pada SK Menteri Pertanian yang menyatakan bahwa Indonesia bebas BSE.

12. Bagaimana pembagian jaringan berdasarkan tingkat infektivitasnya?

Tingkat infevtivitas tinggi: Otak, medula spinalis, mata

Tingkat infektivitas sedang: Limpa, tonsil, limfoglandula, ileum, kolon proksimalis, caitan serebrospinal, glandula pituary, adrenal, glandula pineal, plasenta, kolon distal

Tingkat infektivitas rendah: Syaraf perifer, mukosa hidung, timus, sumsum tulang, pankreas, paru-paru, hati

Tingkat infektivitas tak terdeteksi: Otak, jantung, ambing, susu, bekuan darah, serum, tinja, ginjal, kelenjar ludah, ovarium, uterus, testis, seminalis testis, jaringan fetus, kolostrum, cairan empedu, tulang, tulang rawan, jaringan ikat, rambut, kulit dan urin

Picture2

-bersambung-


Leave a Comment